Postingan

Sebatas tinta buram

  Sebenarnya untukku aku berharap yang lalu datang lagi Meski hanya sebuah puing yang berlalu Melajak laksna samudra Biar terbuang  Namun mengapa masih bersemayam  Ketika lukisan dimata coklatnya hilang  Aku memulai berderu lagi Sayatannya melahap mimpi Menikuk bersembuyi  dan menghalangi jalan  Pergi ... cepat pergi .... Namun tak kunjung beralih  Jombang, 2015

siapa aku?

 langit mendung untuk hari ini. semuanya mendadak rusak, runtuh dan tak berguna. pembicaraan panjang tiap malam dan dalam menghilang bersama kisah serta keadaan yang berlarut-larut. semua orang menjauh, tak ada telinga untuk berbicara. orangtuaku bungkam, saudaraku masa bodoh, teman-teman? tak ada. kisahku tak menarik, hidupku semburat. saat aku ingin mengulang, mereka berteriak jika waktuku habis. umurku terus bertambah dan aku belum memiliki apa-apa. semua orang terbang tinggi, sedangkan aku masih dalam kegelapan.  setiap malam aku menyanyikan alunan musik tanpa tahu nada. mereka berteriak. aku bodoh. sorot mata dan perilakunya seakan ingin melakukan itu, aku tahu. mereka berkali-kali menutupi. aku tak tahu harus kemana. uangku habis dan tabunganku kosong. aku tak bisa pergi jauh. jika aku mengambil resiko, semuanya akan hancur. termasuk mimpiki. sekali lagi mereka mengatakan aku terlambat, 27 tahun dan masih bodoh.  aku sangat gusar setiap hari. rasa khawatir yang tak ...

TAMAN BUNGKUL

                Setelah melihat dunia dan mengintip semua perjalananku, aku tersadar bahwasannya diriku masih kurang. Aku tak berhenti menyamakan diriku dengan orang lain, menutup mata dengan kelebihan yang kupunya, membenci diriku karena tak bisa melakukan semua kehidupannku dengan baik. Aku mengalami depresi berkepanjangan terkait itu. semakin aku besar, semakin aku tak bisa memahami diriku. Tak ada yang menyayangiku, aku bukan orang kaya dan bukan orang yang memiliki banyak koneksi. Mungkin jika aku berhasil melakukan satu hal, kuanggap itu adalah hoki.               Aku berjalan menyusui taman. Melihat banyak orang bisa tertawa lepas. Sedangkan aku? Hanya berjalan dengan pakaian compang camping dan membawa tas ransel yang berisi laptop dan dokumen skripsi, ingin mencari tempat yang nyaman untuk mengerjakan skripsiku.     ...

Insecure

  Aku hanya terdiam seribu kata. Melihat banyak kenyataan yang kualami seiring berjalannya waktu. Banyak hal yang sulit ku ungkapkan. Semakin dewasa, semakin sedikit kesempatan yang ada. Faktor finansial sangat membatasi ruang gerakku. Orang kaya bisa melakukan banyak hal untuk mencoba sesuatu, tanpa takut kehabisan uang. Sedangkan aku? Aku selalu ketakutan setiap harinya. menghabiskan tiga ribu rupiah hanya untuk air minum botol, aku merasa bersalah. Kini umurku 25 tahun. Semua orang yang seumuran denganku sudah menikah. Menjajaki kehidupan dengan perasaan gembira dan menghamburkan uang sesuka hati. Aku tidak tahu, apakah keinginanku yang terlalu tinggi atau biaya kursus yang sangat mahal? Aku ingin menjadi sinematografer. Namun banyak waktu yang kulewati dan kuhabiskan hanya untuk melunasi hutang dan mengumpulkan uang. Keringat aku peras untuk kehidupanku kedepannya. Rasa insecureku selalu menetap dalam otakku. Membandingkan diriku dengan orang yang lebih baik dariku. Aku men...

Kubang Rindu sepertiga malam

purnama menyorot mengajak ribut dengan dingin angin merasuk menahan  tatkala hadir harapan bersimbah mengadah tertungkup bersama gelinang angin menyorot bersama aroma yang dibawanya membuat perinduan dalam kubang gelinang semakin deras bersimbah dalam sujud mengadah menunjuk rindu bersama semayam hati rapuh berharap kubangan tertutup namun apa daya itu sudah lampau hanya tersisah kubang rindu di sepertiga malam Jombang-Peterongan-Jombok, 6 maret 2021

Jombok

  jalanan melikuk indah bersama bus menari – nari   di perinduan terlukiskan ribuan kisah perih bercampur rindu persawahan luas memberikan angin rindunya             sengon, jati bergoyang menyambut perinduannya bertajuk sakit tak terlihat, namun bahagia meninggalkan luka dalam   tergeliat tak lepas dalam hati tak ayal aroma cuaca begitu nyaman dikenang tak ayal hanya aku seorang mencari celah menjelajah hingga kepelosok rindu yang melilit, bersama luka ada kalanya aku ingin menyerah saat ini namun jombok membuat kisah tersendiri menatih rindu dalam tungku sepi   membuat jombokan hangat dalam hati dan inilah jombok dengan sejuta suasana perindu hati Jombok, September 2016

Ketika rindu seperti daun gugur

  Ketika bunga memulai gugurnya. Aku terpanah... Aku tertegun... Aku ... Aku mengigat lagi... Rasa ini. Sakit ini. Bahkan rindu ini. Datang lagi kepadaku, Membiarkan luka ini membesar. Kau pergi tanpa kembali, Kau pergi   dan berharap aku baik – baik saja tanpa mu.                   Apa itu masuk akal?   Saat ini... Aku rindu genggaman tangan itu... Aku rindu senyuman mungil itu... Aku rindu pelukan hangat itu...                 sedangkan...   kau hanyalah bintang bersayapku, yang pergi jauh ditemani   satu paket   jas berdasi. selamat malam sayang... aku merindukanmu... aku akan bersamamu lagi... disanah...               Sidoarjo, Mei 2017