Jombok

 



jalanan melikuk indah

bersama bus menari – nari

 di perinduan

terlukiskan ribuan kisah

perih bercampur rindu

persawahan luas memberikan angin rindunya

            sengon, jati bergoyang menyambut perinduannya

bertajuk sakit tak terlihat,

namun bahagia

meninggalkan luka dalam

 tergeliat tak lepas dalam hati

tak ayal aroma cuaca begitu nyaman dikenang

tak ayal hanya aku seorang mencari celah

menjelajah hingga kepelosok rindu yang melilit,

bersama luka

ada kalanya aku ingin menyerah saat ini

namun jombok

membuat kisah tersendiri

menatih rindu dalam tungku sepi

 membuat jombokan hangat dalam hati

dan inilah jombok dengan sejuta suasana perindu hati

Jombok, September 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebatas tinta buram

Insecure